BREAKING

Friday, April 04, 2025

Jumat, 29 Maret 2013

Cara Pembuatan Senyawa Kompleks

Ion kompleks merupakan ion yang tersusun dari ion pusat (atom pusat) yang dikelilingi oleh molekul atau ion (disebut ligan ) Antara ion pusat dengan ligan terjadi ikatan koordinasi. Jumlah ikatan koordinasi yang terjadi antara ion pusat dengan ligan disebut dengan bilangan koordinasi

Contoh:


[Cu(H2O)4]2+       :  atom pusat adalah Cu2+
                                :  ligannya adalah H2O
                                :  bilangan koordinasinya = 4


Senyawa yang mengandung ion kompleks atau senyawa yang ionnya merupakan ion kompleks disebut senyawa kompleks.

Pada penulisan rumus senyawa, ion kompleks dituliskan dalam kurung siku

Contoh :
[Cu(H2O)4] (NO3)2
Na2 [MnCl4]
K4 [Fe(CN)6]

     Jika senyawa kompleks dilarutkan kedalam air, maka ion kompleks tetap berupa satu spesies ion. Misalnya, K4 [Fe(CN)6] dalam air akan terionisasi menurut persamaan :
     K4 [Fe(CN)6]              4K+ + Fe(CN)64-
   Ion kompleks Fe(CN)64- akan stabil dan tidak terurai lebih lanjut menjadi ion Fe2+ dan enam ion CN-. Itulah sebabnya larutan ini tidak bersifat racun, seperti umumnya garam-garam CN-. Hal ini membuktikan bahwa CN- tidaklah bebas sebagai ion, melainkan terikat sebagai ligan pada ion kompleks Fe(CN)64-.

PENULISAN  RUMUS  SENYAWA KOMPLEKS
•      Penulisan: bermuatan positif terlebih dahulu baru yang bermuatan negatif
•      Dalam tiap ion kompleks atau netral kompleks: Atom pusat (logam) dituliskan dahulu, disusul ligan bermuatan negatif, ligan netral, dan terakhir ligan bermuatan positif.
•      Penulisan ligan yang bermuatan sejenis diurutkan berdasarkan abjad dalam bahasa inggris dari tiap simbol pertama ligan
•      Baik ion kompleks maupun kompleks netral dituliskan dalam Kurung siku

CARA PENAMAAN SENYAWA KOMPLEKS
•        Penamaan : ion bermuatan positif  dahulu lalu bermuatan negatif.
•        Nama ion kompleks urutan penyebutan adalah: jumlah ligan – nama ligan – nama atom pusat (bil-oks atom pusat).
•        Jumlah ligan disebut dengan bahasa latin
–         1 :  mono             4  :  tetra              7 : Hepta
–         2 :  di                     5  :  penta            8 : Okta
–         3 :  tri                     6  :  heksa            9 : Nona
- Urutan penamaan ligan: abaikan muatan ligan & urutkan berdasarkan urutan abjad nama ligan dalam bahasa inggrisnya tetapi nama ligan tetap dituliskan dalam bahasa Indonesia
- Aturan umum nama ligan:
•       Ligan-ligan yang berakhiran ida diganti dengan o
•       Ligan-ligan yang berakhiran it atau at diganti dengan ito dan ato
•       Ligan netral diberi nama sesuai nama molekulnya (dalam bahasa latin)

Beberapa Nama Ligan
Rumus kimia
Nama sebagai anion
Nama sebagai ligan
Cl-
klorida
kloro
CN-
sianida
siano
F-
fluorida
fluoro
O2-
oksida
okso
S2O32-
tiosulfat
tiosulfato
NO2-
nitrit
nitrito
C2O42-
oksalat
oksalato
SCN-
tiosianat
tiosianato
H2O
air
aquo
NH3
amonia
amin  


Numerical Prefixes
Number
Prefix
Number
Prefix
Number
Prefix
1
Mono
5
penta (pentakis)
9
nona (ennea)
2
di (bis)
6
hexa (hexakis)
10
deca
3
tri (tris)
7
hepta
11
undeca
4
Tetra (tetrakis)
8
octa
12
dodeca

•      Jika ligannya lebih dari satu jenis, maka urutan penyebutannya dimulai sesuai dengan urutan abjad nama depan dari ligan tersebut.
•      Nama atom atau ion pusat:
–      Jika ion kompleksnya bermuatan negative maka nama atom pusat diberi akhiran at.
–      Jika ion kompleksnya tidak bermuatan atau bermuatan positif tidak ditambah akhiran.
•      Bilangan oksidasi atom pusat ditulis dengan angka Romawi dalam kurung setelah nama atom pusat.

Contoh:
[Co(H2O)6]3+       : ion heksaaquokobalt(III)
[Cr(NH3)5Cl]2+    : ion pentaaminmonoklorokromium(III)
[Fe(CN)6]4-          : ion heksasianoferat(III)
[Ag(NH3)2]+        : ion diamin perak(I)
[Ag(S2O3)2]3-    : ion ditiosulfato argentat(I)
Na3 [Cr(NO2)6]  :natrium heksanitrokromat(III)
K[Ag(CN)2]          : Kalium disianoargentat (I)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Termakasih atas pesannya.. Mari tulis yang baik :)